!! N A A I L A Q A I R E E N !! ;
Navi
Usrah Diriku Murabbi Memoir
ENTRY ABOUT PAGES TWITTER FACEBOOK
Kebahagiaan ABADI
Saturday, October 15, 2011 • 9:42 AM • 3 comments
                                                                        بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamualaikum..Telah lama agaknya tak update blog ni..Mungkin lebih kurang sebulan sudah berlalu..bagaikan tiada merasa apa pun terjadi walaupun hari demi hari telah ditempuhi..http://www.emocutez.comHati ini memang terpaut untuk mengukir sesuatu perkongsian yang bermanfaat..Namun,apakan daya..Disebabkan kesibukan yang berpanjanganlah,diri ini hanya mampu menggantikan ia sebagai alasan tidak berblogging. Bahagiakah kita di dunia ini?Semua manusia diuji oleh Allah ,tidak adapun yang terkecuali..Berbagai-bagi bentuk ujian yang Allah berikan kepada kita..Kadang-kadang merasa diri ini rebah dan tidak bermaya..Ingatlah!bahwa setiap ujian itu pasti ada hikmahnya.Ya,ujian itu adalah tarbiyyah dari-Nya..Allah memberi ujian itu mengikut kemampuan kita..Bukanlah suatu perkara yang sia-sia duhai sahabatku..Tatkla kita letih dan hilang semangat..Allah mengetahui bahwa hamba-Nya itu telah mencuba sedaya upaya untuk bersabar..Bila tangismu berpanjangan dan hatimu dukahttp://www.emocutez.com..Allah telah mengira titis air matamu,.Bila engkau rasa ketinggalan dan masa meninggalkanmu,Allah sentiasa bersamamu dalam apa jua keadaan sekalipun..Bila engkau kebuntuan akal,.maka Allah adalah penunjuk jalan yang lurus..Apabila engkau telah berazam,.maka bertawakkallah kepada-Nya..Ayuh kita menyamai sifat cinta kepada-Nya..Semakin dekat kita dengan-Nya,.Semakin hampirlah Allah dengan kita..Sentiasalah kita memperbaharui IMAN..Sebegitu indahnya dan manisnya hidup jika bertemankan TAQWA..

Soalan:dimanakah kebahagiaan itu terletak?
Jawapan:di sisi Allah..

Firman Allah SWT,maksudnya:"Di tempat yang sungguh bahagia ,di sisi tuhan yang Maha menguasai segala-galanya,lagi berkuasa melakukan sekehendak-Nya"(Surah Al-Qamar 54:55)
Bagi mencapai kebahagiaan disisi Allah itu bukanlah sesuatu yang mudah.Usahlah terlalu leka dengan nikmat dunia..Nescaya,kebahagiaan tidak dapat kita temui jua..Walaupun senang dengan mengumpul harta dan membeli berekar-ekar tanah di dunia..Tetapi,bagaimanakah dengan harta akhirat kelak? Sudah mencukupikah untuk berbekal di sana?Janganlah terlalu leka dengan keindahan flora dan fauna lautan,terleka dek indahnya batu karang dan permata lautan,sehingga kita terlupa bahwa kita perlu kembali pada permukaan laut.Jangan asyik mengejar ikan dan hidupan laut,hingga terpisah daripada kapal..Bersiap siagalah menghadapi dasar laut yang amat ganas..mari menuju akhirat berbekalkan amal soleh,jika kita ingin kekal selamat..

Soalan:Bagaimanakah cara untuk mendapatkan kebahagiaan?
Jawapan:dengan mengutamakan akhirat..


Sebagai hamba Allah ,kita perlu yakin bahwa sesuatu yang berlaku adalah dengan izin Allah SWT terlebih dahulu..Namun pada masa yang sama,kita perlu berusaha ,meminta dan memohon daripada Allah segala yang terbaik buat diri sendiri.Itulah kehebatan.Tegasnya,orang yang hebat adalah orang yang menyerah sepenuh hatinya dan mindanya kepada Allah SWT berserta TAQWA dan SABAR tanpa sebarang keraguan..




Firman Allah SWT,maksudnya:"Oleh itu bersabarlah,sesungguhnya kesudahan yang baik (yang membawa kejayaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat)adalah bagi orang-orang yang bertakwa.(Surah Al-Hud :49)
Inilah bahagia..
Selamilah dasar hati,percayalah bahwa sesungguhnya bahgia itu terletak pada hati yang punya sifat Redha dan Tawakkal yang tinggi pada Allah SWT..Mari kita menjadi yang terbaik diantara yang terbaik..http://www.emocutez.com

Dari Abu hurairah r.a berkata,sabda Rasulullah SAW:"Bukanlah yang dinamakn kaya kerana banyak hartanya,tetapi yang dinamakan kaya  itu sebenarnya ialah kekayaan hati."(Riwayat Bukhari & Muslim)

Labels:


Reaksi: 

Wahai Hati..Dengarlah..
Sunday, July 24, 2011 • 8:06 AM • 0 comments


 Assalamualaikum..Alhamdulillah.wa Syukrulillah..Dengan izin Allah SWT...Jari-jemari ini masih ligat berbicara dan  menari di atas keyboard  bagi berkongsi seberapa ILMU hak mutlak ALLAH...Bahkan,diri ini dikurniakan oleh-Nya nyawa yang tak ternilai  jua untuk berdakwah di jalan yang berliku..Buat kali ini, ana mahu berkongsi mengenai HATI..

Tatkala kita senang dan gembira...melalui hari-hari indah..HATI mula berbunga keriangan.."Hari ni aku tenang dan gembira.Moga-moga hari esoknya juga sebegini ." hati mula bermonolog..Adakah mungkin hati ini terus berbicara dengan ungkapan indah dan kata-kata manis sebegini?   atau ia..akan terus berkembang umpama keindahan yang terletak pada bunga..Siapa yang tak mengakui indahnya bunga? Dengan warna yang menarik dan bau yang harum, ia sering menjadi idaman. Kadang-kadang ia juga menjadi perhiasan. Mata yang menilai pula mendapat tafsir tentang keindahan dari akalnya. Akal yang baik dan cerdas adalah akal yang dipandu oleh kasih Allah dan Rasulnya.  Bukankah ini yang dinamakan IMAN…………


Tidak seorang pun yang dapat menafikan, betapa indahnya mega petang. Warnanya yang begitu menawan, memukau setiap mata yang memandang, setiap hati yang terusik dan setiap jiwa yang rindukan kedamaian. Namun…. lebih indah lagi sekiranya hati kecilnya berkata: ‘Mahasuci Allah, tidak engkau jadikan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.’
Begitu juga dengan keindahan jeram-jeram di kali, dedaunan gugur dihembus angin. Peristiwa-peristiwa sebegini amat meniggalkan kesan kepada hati makhluk yang bergelar insan . Itulah hakikatnya, fitrah jiwa manusia . jiwanya cenderung kepada keindahan dan kecantikan. Biar apapun pangkat dan kedudukannya. Seorang kaya mungkin merasakan
bahawa keindahan itu ialah rumahnya yang tersergam indah di atas bukit dan potretnya yang dilukis hebat. Seorang fakir pula mungkin merasakan bahwa keindahan itu adalah dari riak wajah anak-anak kecilnya yang menunggu kepulangannya...

Namun tidak ramai yang mengetahui, tentang wujudnya satu keindahan hakiki…. indahnya ia membuahkan perasaan kasih sayang pada ibu dan ayah. Indahnya ia , melahirkan rasa kasih pada sahabat dan indahnya ia, memandu akal dan jiwa kepada etenangan, kedamaian, dan kerinduan kepada kebahagiaan. Itulah tanda kasih dan sayang pada Maha Pencipta dan Maha Pengasih. Itulah tanda kasih dan sayang pada Allah dan
Rasulnya.


Hatinya berbisik; lagi……..’Ya Allah, banyaknya nikmat-Mu padaku.tapi ………. sedikitnya aku bersyukur, ya Allah , hatiku tahu nafsu jahat itu musuhku, tapi banyaknya jalan-jalannya yang telah aku turuti. Ya Allah, besarnya pengorbanan ayah, tingginya nilai kasih dan mesra ibu, tapi aduhai sedikitnya do’aku untuk mereka. Ampunkan, ampunkanlah wahai yang Maha Pengasih’
Marilah kita bersama-sama memiliki keindahan iman ini. Milikilah ia dengan banyak merenung dan memikirkan nikmat-nikmat Allah…. Milikilah ia dengan ilmu yang mendalam, mudah-mudahan dengannya keindahan yang hakiki akan kita peroleh. Tidak
seperti keindahan dunia ini yang hanya bersifat sementara…………….



Labels:


Reaksi: 

Jadilah Seperti Lebah
Friday, February 18, 2011 • 10:01 AM • 0 comments
Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih,
mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peranan dan tugas apa pun yang dia pikul akan selalu membawa manfaat dan maslahat(kebaikan) bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Untuk menjadikan kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera sangat memerlukann manusia-manusia seperti itu. Dalam keadaan apa sekalipun, dia akan membuat yang terbaik; apa pun peranan dan tugas yang diberikannya, dia akan menjadi manusia dan keadaan di sekelilingnya menjadi bahagia dan sejahtera.

Maka, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah.

Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin, contohnya seperti ini:
Hinggap di tempat yang bersih dan menghirup apa hanya yang bersih sahaja.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat terpilih sahaja. Lebah sangat jauh berbeza dengan lalat. Lalat sangat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih yang mengandungi bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Mengeluarkan yang bersih.
Siapa yang tidak tahu madu lebah. Semuanya tahu bahawa madu mempunyai khasiat yang banyak untuk kesihatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah sangat kaya dengan kebaikan,sedangkan dari organ tubuh pada binatang lain, mereka hanya mengeluarkan sesuatu yang menjijikan.


Begitu juga seorang mukmin, kita haruslah menjadi manusia yang produktif dengan kebaikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan (khair), supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.


Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.


Tidak pernah merosakkan.

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merosak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan kerosakan dalam apa-apa hal sekalipun: baik secara fizikal mahupun tidak.. Bahkan dia melakukan pembaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu.


Bekerja keras
Lebah adalah pekerja yang bekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras?

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)
Kerja keras dan semangat pantang berundur itu lebih-lebih lagi dituntut lagi dalam menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang ramai manusia yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya rugi dalam menegakkan keadilan.


Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan
Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)



Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu
Lebah tidak pernah memulakan serangan. Ia akan menyerang hanya manakala apabila terasa diganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.


Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a’lam

Labels:


Reaksi: 

Wardatul Jannah
✿ ~Naaila Qaireen(kebaikan Teristimewa)*
✿ ~Lestari Salju kedamaian..Jika musim dingin menyeluruh,.Sang sakura tetap teguh akan pendiriannya..dia tetap di situ,dihiasi kelopak yang indah dan haruman mewangi..Apabila hembusan angin gemalai meniup,gugurnya ia berharap tinta yang diukir membuah Saham kelak..RedhaNya dicari :)


SAHABAT;

AL-HUBB;



Cinta Teragung

Bila kita titip tinta dari hati, Bila kita doa' dari hati, Bila semuanya ikhlas terpahat dari hati. InsyaAllah, akan tiba juga kepada yang memiliki hati, Yakinlah dengan Tuhan pemilik hati.Hee

Perjuangan
Suatu hari, kita akan perlahan-lahan sedar, yang kita cuma punya Tuhan. Rindu waktu berseorangan. Itulah masa yang terbaik berdua-duaan dengan Tuhan :')

Seindah Mawar Berduri
siapa kita di masa silam, tidak menentukan kita sama di masa hadapan. kerana yang silam sepatutnya ditinggalkan. yang hadapan patut diperjuangkan.

" Wardatul Jannah "




TAUTAN UKHWAH;


Pencinta Allah dan Rasul-Nya

KENANGAN SEMALAM;

Tanpa awan, langit kesepian.
sirna.
Menyemai Cinta.
Bintik
:')
Murabbi dan Inspirasi
:)
harapan yang takkan pernah pudar.
Permata Solehah buat ayahanda.
Hujan dalam hati.




BANNER;























Copyrigt; N A A I L A Q A I R E E N.all rigt reserved